Sunday, December 13, 2009

Bulan Baru 1431

Menurut perhitungan situs CalSky.com, pada tanggal 16 Desember 2009, terjadi bulan baru (new moon). Fenomena bulan baru, secara astronomis, adalah sebuah peristiwa yang terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Karena posisinya yang 'membelakangi' Matahari, maka Bulan akan tampak gelap ketika dilihat dari Bumi.

Pada tanggal 16 Desember 2009 itu, posisi bulan baru terjadi tepat pada pukul 19.02 WIB (GMT+07.00), atau pukul tujuh malam. Artinya ketika malam sudah tiba di kawasan Indonesia bagian Barat, bulan baru berada pada garis lurus antara Matahari-Bumi.




Karena malam sudah tiba, artinya pula dari kawasan Indonesia Barat, matahari sudah terbenam di bawah ufuk. Pada pukul tujuh malam, tentu saja Bulan juga berada di bawah ufuk, atau tidak dapat dilihat dengan mata telanjang bagi mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Barat.

Keesokan harinya, pada tanggal 17 Desember, posisi bulan sudah sedikit bergeser, karena pergerakannya mengelilingi bumi. Pergeseran ini menyebabkan posisi bulan muncul di atas ufuk ketika Matahari terbenam pada tanggal 17 Desember 2009. Dalam khazanah Islam, peristiwa inilah yang disebut dengan terjadinya Hilal. Secara kasat mata, mungkin Hilal akan sulit terlihat, karena bulan baru terlihat sebagai sebuah lengkungan sabit tipis. Posisi Hilal yang dekat dengan Matahari membuat Hilal semakin sulit dilihat dengan mata telanjang. Walaupun demikian, secara hukum fiqih Islam, bulan baru sudah datang. Dalam konteks bulan Desember 2009, bulan baru yang datang adalah bulan Muharram 1431 H.

Selamat Tahun Baru!

Nah, tanggal 1 Muharram dihitung bertepatan dengan tanggal 18 Desember 2009, walaupun Hilal sudah terjadi pada petang hari tanggal 17 Desember. Karena itu, biasanya pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi pada waktu Maghrib, bukan pada pukul 00.00 tengah malam. Karena itu pula lah, biasanya ibadah sholat tarawih selalu dimulai pada malam hari sebelum keesokan harinya ummat Islam mulai melaksanakan ibadah puasa hari pertama.

Jika saja new moon terjadi pada tanggal 16 Desember sebelum pukul 19.02 WIB, katakanlah pukul 10.00 WIB, maka pada sore hari tanggal 16 Desember 2009 Hilal mungkin sudah dapat dilihat. Jika memang ini betul terjadi, maka bulan baru Muharram jatuh pada tanggal 17 Desember 2009.

Ada kemungkinan juga new moon terjadi pada pukul 15.00 WIB. Jika ini terjadi, maka pada petang hari, Hilal akan sangat sulit terlihat dari kawasan Indonesia Barat. Kurang lebih pukul 00.00 WIB tengah malam di kawasan Indonesia Barat, di kawasan lain di bumi ini (kira-kira di wilayah Perancis, Spanyol, Maroko, dan Afrika Barat) mungkin sudah dapat melihat Hilal ketika terbenam, sekalipun mereka masih mengalami tanggal 16 Desember.

Kondisi seperti inilah yang kadang menimbulkan perbedaan dimulainya awal bulan Hijriyah. Dalam contoh di atas, kawasan Indonesia Barat ketika terbenam tanggal 16 Desember belum dapat melihat Hilal, sementara di Maroko pada tanggal masehi yang sama, 16 Desember, sudah dapat melihat Hilal. Artinya Maroko menjalani tanggal 1 Muharram pada tanggal 17 Desember, sementara Indonesia masih harus menunggu satu hari lagi, ketika pada petang hari tanggal 17 Desember mereka baru dapat melihat Hilal.

Walau begitu, beberapa ahli fiqih Islam sudah mulai mengusulkan sebuah mekanisme sederhana untuk menyeragamkan awal bulan Hijriah.

Sebagai informasi tambahan, berikut ini gambar fase bulan sepanjang bulan Desember 2009 yang diambil dari situs CalSky.



Wednesday, December 09, 2009

BBC E-mail: Battery made of paper charges up

Batere dari kertas. Baru dalam skala penelitian, baru berfungsi di laboratorium. Kalo udah jadi skala komersial, konsekuensinya bisa ke mana-mana.

Tuesday, November 17, 2009

Collaboration in Research

One beautiful thing of the web, beside many others, is you can do a lot of collaborative works. As one ever said, "Two heads are better than one", Web2.0 technology allow us to share ideas, comments, suggestions, critics to what our colleagues do.

Today anyone can create and own their own blog. For free. Put their thoughts there, receive comments and critics. Make their ideas even better, post again to the blog. And the ball rolls quicker and quicker.

Thursday, November 05, 2009

Facebook Invitations

What if I ignored the invitations on my facebook account, and approve it one year (or more) later?

Monday, November 02, 2009

Perubahan Beban (sekali lagi)

Beberapa artikel yang lalu, saya sempat menulis satu tulisan dengan judul Perubahan Beban. Rupanya frasa "Perubahan Beban" lebih banyak dikaitkan dengan beban energi listrik.


Saya memohon maaf bagi anda yang mencari dokumen atau situs web tentang perubahan beban energi listrik, dan kemudian nyasar ke blog saya, yang sama sekali nggak membahas tentang ketenagalistrikan sama sekali.

Ini salah satu contoh sederhana betapa susahnya mengungkapkan kebutuhan informasi (information needs) dalam masalah Information Retrieval.

Thursday, October 29, 2009

Sinetron Antah Berantah

Tersebutlah sebuah negeri, di mana sinetron tak bermutu terus diputar demi mengejar rating. Cerita yang seharusnya sudah berakhir dipaksakan berlanjut dengan pemunculan tokoh-tokoh baru, alur cerita yang dipaksakan dan tidak masuk akal. Apapun diupayakan agar iklan terus datang mengalir, mendatangkan rejeki bagi mereka yang terlibat di dalam produksi sinetron. Utamanya para artis yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya nama berbau-bau Western atau Indo, wajah cantik dan tampan, jadilah dia kecipratan rejeki iklan yang menumpang tingkat rating tinggi dari sinetron yang bersangkutan.

Mungkin kondisi yang sama terjadi pada kehidupan nyata negeri itu, ketika skenario tak masuk akal dan dipaksakan dibuat, untuk memangkas kekuasaan lembaga pamungkas yang punya potensi memangkas rejeki para koruptor tengik yang entah dari mana datangnya, siapa riwayatnya, asal punya kuasa dan dana, membungkam mulut para hakim dan polisi yang kelaparan karena gaji bulanan mereka tak cukup memberi makan anak istri.

Menulis kekesalan di blog pun terancam penangkapan, dengan alasan yang dicari-cari, dengan alasan mencemarkan nama baik.

Mau dibawa ke mana negeri itu?

Monday, October 19, 2009

Ayat-ayat Gempa Tuk Gathuk

Beberapa saat setelah gempa di Sumatera Barat terjadi tanggal 30 September 2009 yang lalu, beredar pesan pendek tentang 'kecocokan' ayat alQuran, surat 17 ayat 16 yang terjemahannya sebagai berikut:

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Ayat Quran ini oleh sebagian umat Islam dianggap bertepatan dengan waktu terjadinya gempa, yang dikatakan, menurut pesan pendek yang beredar tersebut, terjadi tepat pada pukul 17.16 waktu Indonesia bagian barat.

Sebagian orang menerima pesan pendek itu dengan takjub, seolah membuktikan bahwa alQuran, kitab suci umat Islam, terbukti kebenarannya.

Alhamdulillah, saya sendiri tidak sempat menerima kiriman pesan pendek yang dimaksud. Semoga ini menjadi bukti nyata bahwa sebagian besar umat Islam di Indonesia tidak begitu saja menerima dan menyebarkan pesan-pesan semacam ini.

Jika merujuk mesin pencari Google dengan memasukkan permintaan 'ayat-ayat gempa sumatera barat', banyak ditemui berbagai artikel berkaitan dengan masalah ini. Mungkin juga salah satunya artikel yang saya tulis ini.

Saya sendiri Muslim. Bagi saya, isi pesan pendek tersebut sangat disayangkan dikirim oleh umat Islam. Sesungguhnya membuktikan kebenaran alQuran sebagai wahyu dari Allah tidak dilakukan dengan cara demikian. Membuktikan kebenaran Quran dengan menunjukkan kejadian yang 'kebetulan' cocok dengan ayat-ayat tertentu justru menunjukkan bahwa alQuran adalah kitab kebetulan, bukan kitab yang berisi dengan kebenaran sejati. Saya merasa perlu menuliskan beberapa hal yang semoga menghindarkan cara berpikir yang tidak sepantasnya dalam memahami alQuran.

  1. Penomoran ayat alQuran dilakukan pada masa khalifah, setelah nabi Muhammad wafat. Masing-masing ayat turun dalam urutan kronologis yang belum tentu sesuai dengan waktu pukul 17.16.
  2. Jika kejadian bencana alam memang benar kebetulan cocok dengan ayat-ayat yang tercantum di dalam alQuran, mengapa kita tidak melakukan antisipasi sebelumnya? Bukankah kalau memang benar ada kecocokan, seharusnya kita sudah mengetahui bahwa pada pukul 17.16 akan terjadi musibah?
  3. Bagaimana dengan ayat-ayat dalam alQuran yang bernomor lebih daripada 59? Apakah mereka tidak memiliki kecocokan dengan kejadian dan peristiwa yang terjadi? Atau, apakah mereka sama sekali tidak ada gunanya?
  4. Jika memang benar ada kecocokan, harusnya akan lebih hebat jika umat Islam dapat memberikan peringatan kepada dunia, bahwa pada pukul sekian menit sekian akan terjadi musibah bencana. Mengapa tidak ada peringatan semacam ini sama sekali dari umat Islam sebelum gempa terjadi?
  5. Dikatakan dalam pesan pendek itu ayat surat 17 ayat ke-16 cocok dengan waktu kejadian. Mengapa yang dijadikan patokan adalah waktu Indonesia bagian barat? Mengapa tidak digunakan waktu GMT atau waktu Mekkah? Mengapa tidak diperhatikan surat 10 ayat 16 atau surat 13 ayat 16?
  6. Jika diperhatikan isi ayatnya, apakah kita tidak menyakiti perasaan orang asli Sumatera Barat? Apakah dengan isi ayat yang demikian berarti orang Sumatera Barat adalah orang yang paling banyak durhaka sehingga merekalah yang layak terkena azab gempa? Sungguh naif pemikiran semacam ini.
  7. AlQuran itu sepatutnya dipahami secara keseluruhan. Jangan hanya dipahami satu ayat, sementara ayat-ayat lain diabaikan. Nomor ayat yang 'kebetulan' cocok dengan waktu kejadian cenderung menggiring alam pikiran kepada takhayul, yang justru tidak disukai dalam Islam.
Sumber rujukan:
1. e-quran, http://e-quran.sourceforge.net/chapter/017.html