Wednesday, March 21, 2012

Kegiatan Rukyah atau mengamati penampakan hilal muda merupakan bagian dari sistem kalender Hijriah. Hasil rukyah sangat tergantung kepada kondisi lokal di mana kegiatan rukyah dilaksanakan. Berbagai faktor yang mempengaruhi hasil rukyah antara lain:

  • Koordinat Lintang dan Bujur lokasi pengamatan; Faktor ini berpengaruh kepada seberapa dekat posisi Hilal dengan lingkaran matahari pada saat matahari terbenam.
  • Ketinggian lokasi pengamatan dari atas permukaan laut; Semakin tinggi lokasi pengamatan, kemungkinan terlihatnya Hilal semakin besar.
  • Kondisi cuaca pada saat dilakukan pengamatan; Keadaan cuaca berawan atau hujan memberikan hasil yang berbeda jika keadaan langit cerah.
  • Kondisi polusi di lokasi pengamatan; Tempat yang tingkat polusinya tinggi akan memperbesar tingkat kesulitan mengamati hilal karena tebalnya asap polusi.
Di antara keempat faktor tersebut di atas, koordinat Lintang dan Bujur suatu tempat sering dijadikan sebagai patokan bagi pengamat lain. Misalnya, untuk lokasi kota Jakarta koordinat Lintang dan Bujur di antara beberapa koordinat yang sering dijadikan acuan, koordinat 6°10' S 106°49' E digunakan antara lain oleh komunitas Rukyatul Hilal Indonesia.

Sebuah pertanyaan menarik muncul: Sebetulnya, di manakah tepatnya lokasi koordinat 6°10' S 106°49' E itu? Dengan bantuan Google Maps, didapatkan informasi seperti peta di bawah ini (ditandai dengan panah warna hijau). Lokasi 'terdekat' yang di-retrieve oleh Google Maps adalah sebuah nama jalan di Jakarta, Jalan Petojo Binatu 1.

Apakah ada di antara anda yang mengetahui persisnya gedung atau rumah siapakah gerangan yang ditunjukkan dalam peta?

No comments:

Post a Comment