Sunday, May 20, 2012

Memahami Perbedaan Hari Raya lewat Gerhana Matahari

Sebuah fenomena alam, yaitu Gerhana Matahari Cincin (GMC), terjadi pada tanggal 20 Mei 2012. Menurut entri Wikipedia, tergantung dari wilayah pengamatannya, GMC ini bisa diamati juga pada tanggal 21 Mei 2012.

Tunggu dulu, satu peristiwa gerhana terjadi pada dua tanggal yang berbeda? Bagaimana mungkin ini terjadi?

Gerhana Matahari Cincin 20 Mei 2012

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh NASA (Tabel 1), GMC mulai terjadi pada tanggal 20 Mei 2012, pukul 20:56:07, mencapai puncaknya pada tanggal 20 Mei pukul 23:53:54, dan berakhir pada tanggal 21 Mei 2012(!) pukul 2:49:21. Semua acuan waktu tersebut menggunakan zona waktu Greenwich, GMT+0000.




Fase Gerhana
Waktu (UTC)
(P1) Partial begin
20:56:07
(U1) Total begin
22:06:17
Greatest eclipse
23:53:54
(U4) Total end
1:39:11
(P4) Partial end
2:49:21



Berdasarkan acuan waktu Greenwich, atau garis bujur nol derajat, GMC terjadi pada tanggal 20 Mei 2012 dan berakhir pada tanggal 21 Mei. Artinya, GMC ini, fenomena gerhana matahari, ini terjadi pada malam hari! Apakah itu mungkin?


Jelas sangat mungkin sekali.


Ketika Greenwich menjelang pertengahan malam, tanggal 20 Mei 2012, mulailah terjadi gerhana di sisi kebalikan dari Greenwich, di pantai timur benua Asia, tepatnya wilayah Timur Laut daratan Cina. Lintasan gerhana berlanjut melalui wilayah Taiwan, Jepang, dan pantai Barat Amerika Utara. Dalam perjalanannya, lintasan GMC ini melintasi garis batas tanggal internasional atau International Date Line (IDL).



Hal menarik dari gerhana ini adalah ketika mencapai puncaknya tujuh menit menjelang tengah malam di Greenwich (menjelang pergantian tanggal di sana), lintasan gerhana berada pada wilayah sekitar IDL. Hal ini menarik karena pada saat-saat itu wilayah bumi seolah-olah terbagi ke dalam dua wilayah tanggal. Perhatikan Gambar 2di bagian kiri, wilayah bumi yang sudah memasuki tanggal 21 Mei 2012, sedangkan di bagian kanan, wilayah bumi 'masih' berada di tanggal 20 Mei 2012.


Pada saat itu, posisi Matahari tepat berada di atas ufuk bagi mereka yang berada sepanjang garis IDL. Pencantuman tanggal di dalam gambar tersebut mengacu pada waktu UTC, yang pada pukul 00:00 waktu setempat sudah memasuki tanggal 21. Wilayah-wilayah di sebelah barat dari Greenwich (yaitu bagian kanan gambar), belum memasuki tanggal 21.



Secara lokal, masing-masing wilayah yang dapat mengamati GMC ini mengalaminya dalam satu hari yang sama. Ambil contoh kota Tokyo misalnya. Ketika GMC dimulai, waktu setempat menunjukkan pukul 5:56:07, tanggal 21 Mei 2012(!). Puncak gerhana terjadi pada saat waktu lokal Tokyo menunjukkan pukul 8:53:54 pagi, masih di tanggal 21 Mei 2012. Dan akhirnya GMC berakhir menjelang tengah hari pada pukul 11:49:21, tanggal 21 Mei, waktu Tokyo.


Perhatikan perbedaan tanggal antara Tokyo dan Greenwich!


Sekarang bandingkan dengan wilayah Albuquerque, New Mexico di pantai Barat Amerika Utara. Di wilayah ini, berdasarkan patokan waktu setempat, GMC dimulai pada pukul 14:56:07 tanggal 20 Mei 2012 (!) dan berakhir pada pukul 20:49:21 tanggal 20 Mei 2012.


Satu fenomena Gerhana yang sama, kejadian tunggal, yang dihitung dengan tingkat presisi tinggi, namun demikian tetap menghasilkan perbedaan waktu lokal di masing-masing wilayah.


Hubungan Gerhana Matahari Cincin dengan kalender Hijriah

Fenomena Gerhana Matahari Cincin tanggal 20 Mei 2012 (menurut zona waktu UTC), sesungguhnya sekaligus juga menandai terjadinya Bulan Baru dalam perhitungan kalender berbasis bulan. Pada saat puncak gerhana terjadi, posisi Matahari-Bulan-Bumi berada pada satu garis lurus, sehingga terjadilah gerhana.


(Mengapa gerhana matahari tidak selalu terjadi setiap Bulan Baru?)


Dalam perhitungan kalender Hijriah, terjadinya konjungsi geosentris atau ijtimak adalah kondisi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus. Dan dalam fenomena GMC 20 Mei, waktu terjadinya ijtimak ini tentu bisa dihitung secara astronomis-matematis dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Hasilnya, ijtimak terjadi pada pukul 23:53:54 UTC.


Jika saja perhitungan kalender Hijriah dihitung sejak terjadinya ijtimak, maka sejak saat terjadi puncak gerhana, perhitungan kalender memasuki bulan yang baru. Akan tetapi dalam kalender Hijriah, peristiwa alam yang menandai dimulainya perhitungan bulan baru bukanlah ijtimak, melainkan terlihatnya Hilal di ufuk Barat. Secara astronomis Hilal awal bulan terjadi setelah ijtimak, dan secara astronomis-matematis, kapan tepatnya Hilal terjadi juga bisa diperkirakan dengan tingkat presisi yang tinggi.


Dari kejadian GMC 20 Mei 2012 dapat dipahami bahwa ketika Gerhana terjadi di sepanjang Samudera Pasifik, membentang mulai dari pantai Timur Cina hingga pantai Barat Amerika, orang-orang yang berada 'sisi sebaliknya' dari Bumi sama sekali tak bisa melihat GMC yang sama. Dalam kasus penampakan Hilal, maka ketika Hilal berhasil diamati di satu wilayah, tidak serta merta semua tempat di muka Bumi memasuki bulan Hijriah yang baru.


Coba perhatikan dengan seksama Gambar 2 di atas. Ketika Greenwich memasuki tanggal yang baru, 21 Mei 2012, tidak serta merta seluruh dunia memasuki tanggal 21! Masih ada kurang lebih setengah bagian Bumi yang harus menempuh sisa waktu tanggal 20-nya.


Hal yang sama, sesungguhnya juga terjadi dalam sistem kalender Hijriah. Karena itu, tak perlu dipermasalahkan jika antara Indonesia dan Mekah terjadi perbedaan dimulainya awal bulan Hijriah, karena dalam sistem kalender Masehi pun, sesungguhnya ada perbedaan dimulainya pergantian tanggal. Dan itu selalu terjadi setiap hari.


Dalam tulisan berikutnya dibahas bagaimana perbedaan kriteria antara metode Wujudul Hilal dan Imkanur Rukyat serta Rukyatul Hilal dapat menimbulkan perbedaan dimulainya awal bulan Ramadhan, Syawal, dan bulan-bulan Hijriah lainnya.


Referensi

No comments:

Post a Comment